Beragam Olahan Ikan Tenggiri Khas Indonesia. Sudah Pernah Coba?

beragam-oalahan-tenggiri.jpg
 
Kombinasi maritim dan Coral Triangle menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor ikan di dunia. Menurut data Statista tahun 2019, Indonesia berada di peringkat ke-12 negara pengekspor ikan dan produk perikanan di seluruh dunia. Sedangkan hasil tangkapan ikan di kuartal ketiga tahun 2019 mencapai 5,5 juta ton (Bisnis.com). Jadi, tak heran kalau pasokan ikan di dalam negeri itu melimpah, ya?

Tingginya ketersediaan ikan tentu membuat kreasi makanan dari ikan juga subur jumlahnya. Kalau kamu penyuka ikan yang kaya akan protein juga omega-3, boleh dicoba, loh, beberapa olahan dari ikan tenggiri berikut.

Pempek
Pasti kamu tidak asing dengan kudapan satu ini. Ya, makanan dari Provinsi Sumatra Selatan yang sudah terkenal se-Indonesia ini terbuat dari gilingan ikan tenggiri, tepung kanji atau sagu, serta rempah-rempah seperti bawang putih dan garam. Adonan pempek kemudian digoreng dan disajikan dengan siraman kuah cuko yang terbuat dari cuka, kecap, gula merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.

Menurut KMS H Andi Syarifuddin, pemerhati sejarah Palembang dalam Kompas.com, pempek adalah kudapan yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang dengan nama kelesan. Penamaan itu berasal dari sifat adonan pempek yang tahan disimpan lama atau “dikeles”. Perubahan nama kelesan menjadi pempek terjadi ketika orang-orang keturunan Tionghoa di sana menjajakan kudapan ini dari kampung ke kampung. Sebab, paman (pedagang kelesan) dalam bahasa Hokkian adalah “empeq” atau “apeq”.

Otak-Otak
Tak beda dengan pempek, otak-otak juga bukan hidangan yang cukup asing di beberapa kota di Indonesia. Jadi, kemungkinan besar kamu sudah tahu seperti apa rupanya, kan? Otak-otak pun terbuat dari cincangan ikan tenggiri yang dicampur dengan tepung tapioka atau sagu dan berbagai rempah-rempah, seperti garam, gula, merica, bawang putih, dan bawang merah. Namun, alih-alih digoreng, otak-otak dibungkus dengan daun pisang atau daun kelapa kemudian dipanggang di atas arang. Teman sajian otak-otak adalah kuah asam pedas, mirip dengan cuko pempek.

Dilansir dari situs Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, ikan tenggiri umum dipilih sebagai bahan baku utama otak-otak karena aromanya yang khas. Sayang, tidak ada rekam jejak jelas tentang asal-usul panganan satu ini. Tapi, Wikipedia mencatatkan tempat asal otak-otak adalah Indonesia juga Malaysia dan Singapura.

Kemplang
Nah, makanan satu ini akan mudah kamu temukan ketika berkunjung ke Pulau Bangka atau Kota Pangkalpinang. Sebab, kerupuk kemplang adalah oleh-oleh khas ibu kota provinsi tersebut. Kemplang terbuat dari olahan ikan tenggiri, tepung tapioka, dan penyedap rasa. Adonan kerupuk ini akan dikukus lalu dikeringkan sebelum dipanggang atau digoreng. Kerupuk kemplang biasanya disajikan dengan sambal cocol yang terbuat dari asam jawa, cabai, air, dan gula ataupun sambal terasi.

Selain dijual untuk oleh-oleh, kerupuk kemplang juga banyak tersedia di restoran di Pangkalpinang sebagai pelengkap hidangan utama khas Pangkalpinang, loh. Jadi, kalau mau coba kemplang saat masih berlibur di sana juga bisa, ya.