Jembatan Youtefa, Ikon Baru Kota Jayapura

fox-bridge.jpg

 
Popularitas pariwisata Kota Jayapura mulai merangkak naik dalam beberapa tahun terakhir. Setelah ramai pembicaraan soal Danau Cinta di Sentani, kini antusiasme wisatawan mulai tertuju pada ikon baru Kota Jayapura: Jembatan Youtefa.

Jembatan yang merupakan proyek kolaborasi pemerintah pusat dan daerah ini dibangun untuk memudahkan akses perjalanan serta mendorong pemerataan ekonomi Kota Jayapura. Dulu, masyarakat Jayapura harus mengitari Teluk Youtefa yang membentang sejauh 35 km untuk mencapai Distrik (atau Kecamatan) Muara Tami. Akan tetapi, setelah jembatan ini ada, perjalanan dari Desa Hamadi di Kota Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Distrik Muara Tami hanya membutuhkan jarak sepanjang 12 km.

Dibukanya jalan penghubung ini pun memantik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Pasalnya, kehadiran jembatan ini disusul langsung oleh pembangunan pasar dan kios di sekitar PLBN Skouw. Sehingga, pengalaman berwisata turis maupun masyarakat setempat menjadi semakin mudah.

Meski begitu, penetapan Jembatan Youtefa sebagai ikon baru Kota Jayapura justru disebabkan oleh proses produksi dan rupa akhir jembatan ini. Sebab, jembatan merah nan megah ini memakan biaya total sebesar Rp1,8 miliar dan membutuhkan waktu pengerjaan hampir 4 tahun. Dilansir dari laman Indonesia.go.id, bentangan jalan akses Jembatan Youtefa diselesaikan dalam lima tahap. Sementara itu, lengkungan jembatannya dibuat utuh di Surabaya dalam kurun 3 bulan.

Pembuatan lengkungan jembatan secara utuh di Surabaya dimaksudkan untuk meningkatkan aspek keselamatan kerja dan kualitas pengelasan, serta mempercepat waktu pelaksanaan. Lengkungan seberat 2.000 ton dan sepanjang 112,5 m ini kemudian dikirim menggunakan kapal laut menuju Teluk Youtefa pada 21 Februari 2018 lalu. Metode produksi seperti ini membuat Jembatan Youtefa mendapatkan rekor MURI sebagai jembatan pertama yang lengkungannya dibuat utuh di tempat lain.

Kemegahan jembatan ikonik ini juga didukung oleh penggunaan lampu pintar atau intelligent color lighting yang mana memungkinkan cahaya lampu di jembatan dapat dikendalikan sesuai kebutuhan. Sehingga, pengaturan gradasi warna serta tingkat terang-gelap cahaya dapat diatur menggunakan program khusus. Menurut situs Indonesia.go.id, jembatan ini menggunakan 29 unit lampu ReachElite Powercore yang dikombinasikan dengan Vaya Flood RGB Medium Power sebanyak 125 unit untuk menghasilkan 16 juta kombinasi warna cahaya. Tak mengherankan bila jembatan ini layak disebut sebagai ikon terbaru Kota Jayapura, kan?

Jembatan Youtefa terletak di Desa Hamadi, sebelah timur Kota Jayapura, atau sekitar 20 menit berkendara dari rooftop bar Jayapura di FOX Hotel. Jika Anda berkesempatan mengunjungi kota ini, jangan lupa sempatkan untuk mengunjungi jembatan ini dan mengabadikan momen Anda, ya. Hampiri juga PLBN Skouw untuk merasakan pengalaman berada di perbatasan negara melalui jalan penghubung ini. Selamat jalan-jalan!