Kelenteng Kwan Tie Miaw, Kelenteng Tertua di Pangkalpinang

kelenteng-kwan-tie-miaw.jpg
 
Saat ke Pangkalpinang, banyak wisatawan yang akan fokus pada wisata bahari. Hal yang wajar memang, mengingat lokasinya yang berada di Kepulauan Bangka Belitung sehingga dikelilingi oleh pantai. Meski hotel di Pangkalpinang yang kamu inapi berada di area kota, bukan di pinggir pantai, tetapi jaraknya dengan pantai yang cukup dekat akan memudahkanmu menjangkaunya.

Tapi, wisata kamu ke Pangkalpinang akan lebih berwarna jika kamu juga mengunjungi tempat wisata lain yang berada di darat, alias bukan wisata bahari. Salah satu tempat menarik yang bisa kamu datangi di kota ini adalah Kelenteng Kwan Tie Miaw, si kelenteng tertua di Pangkalpinang. Simak sejarah serta ulasan tentangnya sebelum berkunjung ke sana dulu, yuk!

Kelenteng Kwan Tie Miaw berlokasi di Jalan Mayor Muhidin. Dilansir dari situs Pemerintah Kota Pangkalpinang, berdasarkan dari aksara Cina yang ada di lonceng besi di sana, kelenteng ini diperkirakan dibangun pada 1841 M. Pembangunannya dilakukan gotong royong berbagai kelompok kongsi penambang timah di Pangkalpinang. Kelenteng yang dulunya bernama Kelenteng Kwan Tie Bio ini diresmikan pada 1846 M.

Sebelum berubah nama menjadi Kelenteng Kwan Tie Miaw seperti sekarang, nama kelenteng ini sempat diganti pada masa orde baru menjadi Amal Bhakti. Dibandingkan dengan ukuran sebenarnya, kelenteng ini saat ini berukuran lebih kecil. Kondisi tersebut merupakan akibat adanya proyek pelebaran jalan di tahun 1986 yang memotong area pekarangan kelenteng. Selain itu, kelenteng ini juga sempat mengalami pemugaran akibat adanya kebakaran di tahun 1998 yang menghanguskan kelenteng ini.

Kelenteng ini didominasi oleh warna kuning dan merah, sama seperti kelenteng pada umumnya. Selain itu, Kelenteng Kwan Tie Miaw juga dilengkapi dengan hiasan patkwa yang merupakan lambang keberuntungan, rezeki, atau kebahagiaan. Sebagai kelenteng tertua dan bersejarah, bukan hal yang mengherankan jika kelenteng ini dijadikan pusat perayaan Imlek setiap tahunnya. Tidak hanya itu saja, berbagai perayaan hari besar keagamaan atau ritual juga biasa diadakan di kelenteng ini.

Nah, jika kamu berencana untuk mengunjungi tempat ini pastikan kamu mengetahui aturan yang berlaku ya. Meskipun sudah menjadi salah satu objek wisata, kelenteng ini tetaplah tempat sembahyang yang harus kamu hormati. Jadi pastikan untuk menggunakan pakaian yang sopan dan juga menghargai kepercayaan mereka, ya!