Memahami Makna Upacara Ngekeb dalam Adat Pernikahan Bali

upacara-ngekeb.jpg

 

Banyak orang yang fokus pada acara pernikahan saat menyambut hari bahagia tersebut. Mulai dari memilih wedding venue Jimbaran terbaik, katering yang nikmat, dekorasi yang cantik, dan lain sebagainya. Namun, makna dari pernikahan tentunya jauh lebih spesial dari sekadar mewahnya upacara pernikahan. Sebab, setelah hari tersebut, kamu dan pasangan akan mulai melangkah ke kehidupan yang baru sebagai suami istri. Inilah salah satu makna dari upacara ngekeb dalam pernikahan adat Bali.

Apa itu upacara ngekeb? Mungkin bagi kamu yang tidak tinggal di Bali belum pernah mendengar nama upacara tersebut. Wajar saja, karena upacara ini hanya dilakukan oleh mempelai wanita sebelum pernikahan. Jadi, bukanlah sebuah upacara adat yang bisa disaksikan secara umum. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah ulasan mengenai upacara tersebut.

Secara gambaran besarnya, upacara ngekeb mirip seperti upacara siraman dalam adat pernikahan Jawa, tetapi upacara ngekeb memiliki kegiatan yang lebih lengkap. Upacara ini dilakukan dengan berdoa terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan ritual perawatan tubuh untuk mempelai wanita.

Seperti yang sudah diketahui, masyarakat Bali terkenal sangat religius dan akan mengawali semua aktivitasnya dengan berdoa terlebih dahulu. Upacara ini diawali dengan doa yang dilakukan oleh mempelai wanita dan keluarganya kepada Sang Hyang Widhi Wasa hingga menjelang sore untuk memohon restu. Harapannya adalah agar prosesi pernikahan berjalan lancar dan pasangan ini nantinya akan selalu diberi kebahagiaan serta segera diberi keturunan yang baik.

Pada sore harinya, mempelai wanita kemudian akan diberi lulur pada seluruh bagian tubuhnya. Ramuan lulur yang digunakan terdiri dari berbagai rempah yang terkenal baik untuk kesehatan kulit, yaitu daun merak, bunga kenanga, kunyit, dan juga beras. Semua bahan tersebut ditumbuk menjadi satu hingga halus dan kemudian dijadikan lulur. Setelah proses lulur selesai, mempelai wanita akan mandi menggunakan air bunga yang sudah dipersiapkan dan juga keramas menggunakan air merang.

Upacara selanjutnya akan dilanjutkan dalam kamar pengantin yang sudah dipersiapkan dengan adanya sesajen. Mempelai wanita akan masuk ke dalam kamar tersebut dan tidak lagi diizinkan keluar hingga dijemput oleh mempelai pria. Pada saat upacara ini, seluruh tubuh mempelai wanita akan ditutupi selembar kain tipis sebagai pertanda siap mengubur seluruh masa lalunya untuk menjalani kehidupan baru bersama sang suami.

Itu dia ulasan tentang prosesi dan makna pada upacara ngekeb dalam adat pernikahan Bali. Ternyata, setiap rangkai acara punya makna yang mendalam, ya?