Mengenal Sejarah Tari Gandrang Bulo dari Makassar

gandrang-bulo-makassar.jpg
 
Selain kaya akan kuliner dan pemandangan alam yang luar biasa indahnya, beragam adat yang ada juga menjadi salah satu penarik wisatawan untuk datang ke Indonesia. Bagaimana tidak, hampir semua wilayah di Indonesia memiliki adat yang berbeda, terutama untuk tarian khas. Bahkan, banyak daerah yang memiliki lebih dari satu tarian khas, termasuk juga Makassar.

Salah satu tarian yang cukup terkenal di daerah ini adalah Tarian Gandrang Bulo. Memang tarian ini bukan termasuk tarian yang akan dipertunjukkan di hotel di Makassar, karena bukan termasuk tarian yang cocok untuk penyambutan tamu. Namun, tarian ini umum dipertunjukkan ketika ada acara atau event khusus, baik resmi maupun tidak resmi. Bahkan, tarian ini terkadang juga dipertunjukkan saat ada event kenegaraan.

Nah, kamu mungkin penasaran, tarian seperti apa sih Tari Gandrang Bulo ini? Berikut penjelasan beserta asal-usulnya.

Tari Gandrang Bulo adalah tarian yang diiringi dengan tabuhan bambu, sesuai dengan namanya (Gandrang berarti tabuhan dan Bulo berarti bambu). Berbeda dengan tarian lain yang umumnya memiliki gerakan tetap dan terlihat serius dan gemulai, tarian ini justru terlihat ceria dan penuh tawa. Hal ini tidak lepas dari asal muasal terciptanya tarian ini, yaitu pada masa penjajahan terdahulu.

Pada masa tersebut, tarian ini biasa dilakukan oleh masyarakat Makassar sewaktu istirahat dan tidak ada pengawasan dari penjajah. Tarian ini dianggap sebagai hiburan mereka dari tindakan kejam penjajah pada masyarakat Indonesia, yang sering menyuruh mereka kerja paksa, menyiksa, menghukum, dan sebagainya. Biasanya mereka akan mengisi tarian dengan berbagai gerakan yang menggambarkan tindakan penjajah pada mereka; tetapi bermakna mengejek para penjajah tersebut.

Tidak hanya berisi gerakan ejekan pada penjajah, dalam tarian ini juga disematkan kritikan-kritikan dan ejekan pedas pada para penjajah. Tarian ini secara tidak langsung juga merupakan bentuk perlawanan masyarakat terhadap tindakan semena-mena penjajah.

Selepas masa penjajahan, tarian ini masih dipertunjukkan tetapi memiliki makna yang lebih luas. Banyolan atau sindiran dalam lagu yang didendangkan selama tarian berlangsung akan berisi berbagai unek-unek yang dirasakan. Tentunya tetap saja dilengkapi dengan berbagai gerakan lucu yang mengundang gelak tawa penonton.

Hal menarik lain dari tarian ini adalah penampilnya. Sebab, saat ini Tari Gandrang Bulo juga banyak ditampilkan oleh anak-anak, tidak hanya orang dewasa saja. Gerakan anak-anak yang masih lucu ditambah wajah polosnya, tentu akan membuat tarian ini semakin ceria dan menarik.

Setelah mengetahui sejarah di baliknya, apa kamu tertarik menyaksikan secara langsung tarian khas Makassar ini?